home / tabungan program

 

KREDIT SUMUT SEJAHTERA

Pengertian

Kredit Sumut Sejahtera (KPUM SS) adalah kredit yang diberikan melalui kelompok keuangan yang dibentuk oleh Account Officer (AO) Bank Sumut dalam suatu kelompok Keuangan Mikro (KKM) yang beranggota 20-30 orang dengan melakukan edukasi perbankan berupa pembinaan, pelatihan dan konsultasi pada pertemuan wajib mingguan.

Persyaratan Umum :

  • Seluruh anggota kelompok adalah perempuan.
  • Anggota Kelompok wajib memiliki usaha produktif.
  • Anggota kelompok berdomisili didaerah yang sama/berdekatan.
  • Tidak memiliki pinjaman di Lembaga Keuangan Lainnya.
  • Kredit Tanpa Agunan dan anggota Kelompok saling Tanggung Renteng.
  • Suku bunga 15,60 % Flat p.a.
  • Kredit diberikan bertahap yaitu :
    • Plafond tahap I Rp 500.000 sampai dengan Rp 1.000.000
    • Plafond tahap II > Rp 1.000.000 sampai dengan Rp 2.000.000.
    • Plafond tahap III > Rp 2.000.000 sampai dengan Rp 3.000.000.
    • Plafond tahap IV > Rp 3.000.000 sampai dengan Rp 4.000.000
    • Plafond tahap V > Rp 5.000.000.

 

Keunggulan Persyaratan kredit :

  • Persyaratan mudah.
  • Bunga Ringan.
  • Fasilitas tabungan bebas biaya administrasi dan gratis asuransi jiwa
  • TIDAK REPOT karena angsuran & tabungan akan dijemput petugas bank.

Manfaat

Dapat Digunakan sebagai tambahan modal kerja dan kebutuhan investasi usaha.

 

KREDIT MIKRO SUMUT SEJAHTERA II

Sasaran
Ingin menambah modal usaha dan mengembangkan usaha, produk KMSS II adalah solusi tepat dengan proses cepat, bunga ringan dan agunan flexible ( surat tanah, BPKB kendaraan bermotor, kios/lapak, dll)

 

Jenis Kredit :

  • Kredit Modal Kerja
  • Kredit Investasi

Syarat-syarat kredit :

  • Memiliki Usaha di sector pertanian, perdagangan, industry dan usaha – usaha lainnya.
  • Fotokopi KTP yang masih berlaku.
  • Pasphoto diri dan suami/istri ukuran 3 x 4 cm sebanyak 2 lembarIzin usaha minimal Surat Keterangan Usaha dari Lurah/ Kepala Desa atau Camat.
  • Dan Persyaratan lainnya.

Keunggulan :

  • Bunga ringan hanya 1 % /bulan flat to anuitas.
  • Bebas biaya provisi.
  • Proses cepat.
  • Persyaratan agunan fleksibel.
  • Insentif 2% bagi debitur yang membayar angsuran tepat waktu.
Dilayani oleh petugas Account Officer

 

KREDIT PENGEMBANGAN ENERGI NABATI DAN REVITALISASI PERKEBUNAN ( KPEN-RP)

Pengertian
Kredit yang diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku Bahan Bakar Nabati dan Program Revitalisasi Perkebunan.

Tujuan
KPEN-RP ditujukan untuk membiayai pengembangan perkebunan dalam rangka program revitalisasi perkebunan dalam bentuk kredit Investasi, meliputi perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman kelapa sawit, karet dan kakao.

Syarat Penerima KPEN-RP :

1. Petani

  • Pekebun dan Penduduk setempat.
  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  • Tidak mempunyai tunggakan kredit.
  • Terdaftar dalam daftar nominatif yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota.
  • Memiliki lahan yang sesuai disyaratkan.

2. Koperasi

  • Koperasi primer sudah berbadan hukum.
  • Tidak termasuk dalam daftar hitam dan daftar pinjaman macet Bank Indonesia.
  • Tidak mempunyai tunggakan kredit.
  • Memiliki perjanjian kerjasama dengan mitra usaha.
  • Memiliki rekening simpanan di Bank Sumut.

3. Mitra Usaha

  • Memiliki perizinan usaha perkebunan dan legalitas usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku ( SIUP, IUP, TDP, NPWP dan lain-lain).
  • Berpengalaman dibidang usaha perkebunan.
  • Memiliki perkebunan dan atau fasilitas pengolahan.
  • Bersedia menjadi avalis.
  • Memenuhi persyaratan Bank Teknis.
  • Memiliki perjanjian kerjasama dengan koperasi/kelompok tani/petani yang diketahi oleh Bupati/Walikota.
  • Menyampaikan study kelayakan.
  • Ditetapkan sebagai mitra usaha oleh Direktur Jenderal Perkebunan.

4.  Pola penyaluran kemitraan pola PIR Revitalisasi Perkebunan untuk kelapa sawit dan langsung kepada petani plasma/koperasi untuk karet dan kakao.

5. Biaya pengembangan kebun sesuai ketentuan Departemen Pertanian, sudah termasuk biaya  pengurusan sertifikat lahan tanpa self financing.

6. Suku Bunga

  • Suku bunga kredit sebesar 12 % dan suku bunga yang dibebankan kepada peserta untuk Kakao dan Kelapa Sawit sebesar 7 % dan Karet sebesar 6 %.
  • Suku bunga ditinjau dan ditetapkan kembali  setiap 6 bulan pada tanggal 1 April dan 1 Oktober.
  • Jangka waktu kredit untuk tanaman Kelapa Sawit dan kakao maksimal 13 tahun, Tanaman Karet maksimal 15 tahun.

 

  • Untuk tanaman sawait dan kakao dengan grace period 5 tahun dan untuk karet grace period 7 tahun.
  • Barang agunan : Lahan yang dibiayai dengan sertfikat.

 

Sistem Penyaluran KPEN-RP :

  • Pola Kemitraan ( Untuk Kelapa Sawit).

Kredit diberikan petani peserta/ anggota koperasi melalui mitra usaha :

  • Pola Non Kemitraan (Karet dan Kakao) terbagi dua :
    1. Kredit diberikan langsung kepada petani peserta.
    2. Kredit diberikan langsung kepada petani peserta/anggota Koperasi melalui Koperasi ( Kredit diberikan kepada koperasi).

 

KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI ( KKP-E)

Pengertian
adalah kredit investasi dan/atau modal kerja yang diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku bahan Bakar Nabati.

Sasaran
Masyarakat yang memiliki Profesi sebagai petani, pekebun, peternak, nelayan, pembudidaya ikan dan kelompok tani/kelompok usaha bersama/kelompok pembudidaya ikan setempat yang memenuhi criteria sebagai peserta program ketahanan pangan dan energi nasional.

Usaha yang dibiayai :

  • Usaha yang dibiayai melalui KKP-E Modal Kerja :
  • Pengembangan tanaman pangan.
  • Pengembangan tanaman hortikultura.
  • Pengembangan Perkebunan.
  • Pengadaan Pangan.
  • Pengembangan Peternakan.
  • Pembudidayaan ikan.
  • Penangkapan ikan.
  • Usaha yang dibiayai melalui KKP-E Investasi  :
  • Pengadaan/Peremajaan peralatan, mesin dan sarana lain yang diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha.

Keunggulan:

  • Suku bunga lebih rendah disbanding bunga komersil.
  • Bebas biaya provisi.

Plafond :
Besarnya plafond yang diberikan melalui kelompok tani dan koperasi dengan bidang usaha petani, peternak, pekebun, pembudidayaan ikan dan nelayan :

  • Besarnya plafond kredit perkelompok tani atau koperasi maksimum sebesar Rp 500.000.000,- dengan plafond maksimum perdebitur maksimum sebesar Rp 100.000.000.
  • Untuk plafond kredit individu /secara langsung kepada petani, peternak, pekebun maksimum sebesar Rp 100.000.000,-.

Suku Bunga :

  • KKP-E Tebu         : beban peserta 7 %
  • KKP-E non Tebu : beban peserta 5 %

Jangka waktu
Jangka waktu kredit disesuaikan dengan siklus usaha paling lama 5 tahun.

Agunan Kredit
Agunan kredit sesuai ketentuan Bank Sumut.

Persyaratan Penerima KKP-E :
1. KKP-E perorangan  (Petani/Peternak/Pekebun):

  • FC. Identitas diri seperti KTP/SIM/Passport Pemohon dan suami/istri.
  • Fotocopy kartu keluarga.
  • Fotocopy buku nikah/surat cerai.
  • Pas poto pemohon dan suami/isteri.
  • FC. NPWP untuk pengajuan plafond kredit diatas Rp 50 juta.
  • Surat Keterangan Usaha pejabat yang berwenang.
  • Rencana Defenitif Kebutuhan Usaha yang disyahkan oleh Dinas Terkait.

2. Persyaratan Kelompok :

  • Surat Rekomendasi dari Dinas terkait.
  • Daftar permohonan kredit.
  • Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
  • Surat Kuasa dari anggota kelompok kepada pengurus kelompok.
  • Surat pernyataan kesanggupan anggota untuk menanggung bersama ( tanggung renteng).
  • FC. Berita Acara Pembentukan kelompok.
  • FC. AD-ART Kelompok.
  • Daftar susunan pengurus kelompok/pengukuhan dari pejabat yang berwenang.
  • FC. Identitas diri Pengurus dan anggota kelompok.
  • FC. NPWP untuk pengajuan plafond kredit diatas 50 juta.

3. KKP-E Koperasi :

  • Berbadan hukum.
  • Memiliki pengurus yang aktif.
  • Memenuhi persyaratan bank Teknis.
  • memiliki anggota yang terdiri dari petani, peternak, pekebun , nelayan dan pembudidaya ikan.
  • Bersedia mengikuti petunjuk/pembinaan dari Koperasi Mitra Usaha, Instansi terkait dan ketentuan.

 

KREDIT USAHA PEMBIBITAN SAPI (KUPS)

Tujuan Penggunaan
Objek yang dibiayai oleh KUPS adalah kegiatan usaha pembibitan sapi untuk produksi bibit sapi potong atau bibit sapi perah.

Keunggulan
Bunga lebih rendah disbanding bunga komersil.

Plafon Kredit
Jumlah  Kredit yang diberikan untuk usaha pembibitan sapi sesuai dengan kebutuhan indikatif yang ditetapkan Menteri Pertanian. Saat ini yang berlaku. :

  • Plafond Maksimal Rp 13.024.900 /ekor sapi  potong
  • Plafond Maksimal Rp 14.073.500 /ekor sapi  perah

Jangka Waktu :

  • Jangka waktu maksimum 6 (enam) tahun dan dapat diberikan masa grace periode    selama 2 (dua) tahun ( hanya bayar bunga).
  • Suku Bunga 5 % p.a yang dibebankan kepada debiur  dan akan ditinjau per 3 bulan sekali yaitu Feb – April, Mei-Juli, Agustus-Oktober, November - Januari.

Agunan
Sesuai ketentuan Bank

Pola Penyaluran
Pemohon KUPS wajib melakukan kemitraan dengan peternak

SYARAT PENERIMA :
1. Koperasi

  • Koperasi primer sudah berbadan hukum.
  • Memiliki Izin usaha peternakan yang bergerak dibidang pembibitan dan perizinan lainnya seperti SIUP, TDP, NPWP, SITU dll.
  • Memiliki anggota yang terdiri dari peternak.
  • Bermitra dengan kelompok/ gabungan kelompok peternak.
  • Ada perjanjian kerjasama dengan kelompok/gabungan kelompok atas dasar kesepakatan pihak yang bermitra serta diketahui oleh Dinas yang membidangi peternakan di Kabupaten/Kota dan Direktorat Jendral Peternakan.
  • Direkomendasi oleh Dinas yang membidangi peternakan di Kabupaten/Kota dan Direktorat Jenderal Peternakan.

2. Kelompok Gabungan/Kelompok Peternak

  • Memiliki organisasi dan pengurus yang aktif
  • Memiliki anggota yang terdiri dari peternak.
  • Terdaftar pada dinas yang membidangi peternakan di Kabupaten/Kota setempat.
  • Bermitra dengan perusahaan atau koperasi.
  • Direkomendasi oleh Dinas yang membidangi peternakan di Kabupaten/Kota.

 

KREDIT KEBUN SAWIT

Pengertian
Adalah kredit investasi yang diberikan kepada Perseorangan/Badan Usaha untuk membiayai Sebuah Usaha Perkebunan Sawit.

Tujuan  Kredit
Kredit ini untuk dipergunakan dalam rangka investasi, yang meliputi :

  • Membeli lahan untuk kebun sawit yang belum ditanami yang akan ditanami langsung.
  • Membeli lahan Kebunsawit yang sudah ditanami tetapi kebun tersebut belum menghasilkan (TBM).
  • Membeli Lahan kebun Sawit yang sudah ditanami dan kebun tersebut sudah menghasilkan.
  • Penanaman tanaman baru, diatas lahan kebun yang telah dimiliki sebelumnya.
  • Peremajaan kebun yang telah dimiliki, namun telah memiliki Kebun lain yang masih menghasilkan dan dapat memback up pembayaran angsuran kredit.
  • Perawatan atau pemeliharaan Kebun sawit dalam masa tanaman dan masih menghasilkan atau tanaman belum menghasilkan.

Suku Bunga Kredit :

  • Untuk Kredit dibawah  Rp 200 juta bunga sebesar 16 %
  • Untuk Kredit diatas  Rp 200 juta bunga sebesar 15 %

Maksimal jangka waktu kredit dan masa Grace Period :

  • Jangka waktu maksimal 13 tahun atau juga disesuaikan dengan tujuan penggunaan kredit atau disesuaikan dengan analisa kebutuhan kredit
  • Apabila menurut analisa kredit diperlukan suatu grace period , maka kredit dapat diberikan, dengan ketentuan maksimal 5 (lima ) tahun
  • Grace Period dapat diberikan selama tanaman belum menghasilkan
  • Jangka waktu Grace Period diperhitungkan kepada Jk. Waktu kredit.

Persyaratan Lahan :

  • Status kepemilikan dalam bentuk sertifikat ( SHM, Hak Guna Usaha) untuk pemohon yang  merupakan Bdan Usaha dan bukti kepemilikan lahan yang akan dibiayai belum Sertifikat , maka wajib ditingkatkan menjadi sertifikat.
  • Jika pemohon merupakan perorangan, status kepemilikan kebun yang akan dibiayai tidak wajib berbentuk sertifikat  Hak Milik (SHM) sepanjang telah memenuhi ketentuan tentang agunan kredit yang telah ditetap.
  • Lahan perkebunan tidak sedang dalam masalah atau diokupasi oleh pihak lain yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari instansi yang berwenang ( Khusus untuk pemohon Badan Usaha).
  • Mempunyai surat izin pelepasan Kawasan Hutan bagi lahan yang berasal dari kawasan Hutan ( Khusus untuk Badan Usaha).
  • Tidak termasuk dalam kawasan Hutan Lindung dengan melampirkan Surat Keterangan dari dinas kehutanan. ( Untuk Badan Usaha).

 

Persyaratan Untuk Pemohon :

  • Persyaratan untuk perorangan.
  • Warga Negara Indonesia, Usia minimal 21 atau sudah menikah, sesuai dengan UU berlaku.
  • Usia maksimal 70 ( tujuh puluh) tahun pada saat kredit lunas.
  • Tidak mempunyai tunggakan Kredit perbankan atau tidak termasuk dalam Daftar Hitam/Daftar Kredit Macet Bank Indonesia.
  • Fotokopi identitas diri.
  • Telah memiliki lahan kebun sawit sebelumnya sudah menghasilkan yang dibuktikan dengan surat kepemilikan kebun sawit.
  • Memiliki NPWP untuk kredit diatas Rp 100.000.000.
  • Menyampaikan Project Cost usaha perkebunan sawit.
  • Memiliki Rekening Giro/Tabungan pada Bank Sumut.
  • Persyaratan untuk badan usaha.
  • Memiliki legalitas pendirian Badan Usaha.
  • Memiliki perizinan usaha di bidang perkebunan sesuai ketentuan yang berlaku, al : Izin Usaha Perkebunan, SIUP, TDP, SITU, Izin Gangguan dll.
  • Memiliki izin lokasi dari Bupati untuk tujuan penggunaan lahan.
  • Memiliki izin pemanfaatan kayu dari Bupati untuk penggunaan lahan.
  • Perusahaan  & manajemen memiliki pengalaman di bidang perkebunan.
  • Mempunyai laporan keuangan Audited ( untuk Kredit diatas Rp 5 Milyar).
  • Menyampaikan company profile ( Profile Perusahaan).
  • Perusahaan dan pengurus tidak termasuk dalam daftar hitam dan daftar pinjaman macet pada  Bank Indonesia.
  • Telah memiliki lahan kebun sawit sebelumnya sudah menghasilkan yang dibuktikan dengan surat kepemilikan kebun sawit.
  • Memiliki Rekening Giro/Tabungan pada Bank Sumut.
  • Memilik analisa dampak lingkungan (AMDAL) yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang dengan tujuan perkebunan.